Cak Jahlun Banjir

Banjir

Ilustrasi: Mudfar Ma’ruf
Ilustrasi: Mudfar Ma’ruf
Seperti di pesantren-pesantren lain, di pondok Cak Jahlun juga diwajibkan shalat berjamaah di masjid. Semua santri mematuhinya sebab bila melanggar akan terkena sanksi. Suatu saat menjelang shalat ashar Cak Jahlun sudah siap-siap di masjid. Adzan-pun dikumandangkan. Setelah adzan, muadzin membaca dzikir sambil menunggu santri yang masih shalat qabliyah ashar, sekaligus menunggu Kiai Sepuh yang kebetulan sedang ada tamu. Lama menunggu membuat Cak Jahlun kebelet pipis. Tiga puluh menit berlalu, para tamu sudah keluar dari ndalem kasepuhan. Cak Jahlun bermaksud membuang hajatnya, namun ia mengurungkannya sebab Kiai Sepuh sudah tiba di masjid. Iqamah-pun di kumandangkan. Semua santri berdiri.
Pada saat shalat berlangsung, kebelet pipis Cak Jahlun semakin menjadi. Dengan segenap usaha ia menahannya. Menundukkan muka, mengernyitkan dahi, menggigit bibir ia lakukan agar ia bisa menahan hajatnya tersebut. Kalau dilihat sepintas mungkin orang yang melihat Cak Jahlun sedang shalat pasti akan mengira kalau Cak Jahlun sedang khusyu’. Akhirnya shalatpun sampai pada rakaat terakhir. Cak Jahlun agak lega sebab sebentar lagi ia bisa menumpahkan hasratnya. Sampailah shalat mereka pada sujud terakhir, Kiai Sepuh seperti biasa memperlama sujudnya tersebut. Namun Cak Jahlun yang sudah sejak tadi menahan kencing sudah tidak kuat. Namun Kiai Sepuh tidak juga menyudahi sujudnya. Akhirnya pertahanan Cak Jahlun mulai kendor dan “Srrrrrrr”, air seninya keluar tanpa permisi menjebol pertahanannya. Masjid banjir jamaahpun kocar-kacir. [F@R]
Share:

Cak Jahlun Jalan-jalan

Cak Jahlun Jalan-jalan

Cak Jahlun Jalan-jalan

Cak Jahlun Jalan-jalan


Cak Jahlun adalah orang yang katrok. Ia belum pernah tahu mall. Ia ingin sekali melihat isi mall. Diapun minta bantuan Paijo untuk mengantarnya jalan-jalan ke mall. Paijo menyanggupinya.
Singkat cerita, Cak Jahlun dan Paijo jalan-jalan di sebuah mall di Surabaya. Biasanya, orang pergi ke mall bawa uang banyak. Tapi keduanya tidak bawa uang banyak, karena hanya berniat jalan-jalan. Ketika memasuki sebuah toko pakaian, mereka bersamaan dengan ibu yang kelihatan tajir.
Mereka pura-pura pilih pakaian. Kebetulan ibu muda tersebut punya selera yang sama. Pilih sini ketemu, pilih sana ketemu, akhirnya ibu itu menghardik mereka, supaya tidak mengikutinya.
Keduanya lalu menjauh. Ketika di depan kasir, kebetulan Cak Jahlun dan Paijo pas berada di belakang ibu muda tadi. Tanpa diduga, ibu muda tersebut kehilangan dompetnya. Tanpa ba bi bu lagi si ibu menuduh Cak Jahlun dan Paijo yang telah mengambil dompetnya karena dari tadi mengikutinya terus. Seorang Ibu lain mengusulkan agar tidak cepat menuduh dan memintanya untuk bertanya kepada orang yang di rumah, mungkin ketinggalan. Tapi ibu muda itu tetap ngotot menuduh Cak Jahlun dan Paijo yang telah mengambilnya.
Mendapat tuduhan seperti itu Cak Jahlun pucat pasi takut bukan kepalang. Seumur-umur baru sekarang jalan-jalan ke mall dan langsung dapat musibah.
Di dalam mall itu mereka berdua dimaki habis-habisan. Pak satpam pun ikut membantu. Seorang bapak datang menghampiri mereka. Ternyata dia suami ibu yang menuduh tadi. Dia mengatakan kalau dompetnya terbawa olehnya.
Cak Jahlun dan Paijo merasa lega. Ibu itupun meminta maaf. Karena tahu ibu itu tajir, Paijo mengajukan syarat padanya. Ia minta ganti rugi sebesar Rp. 3.000.000 karena malu dituduh dan dimaki di depan umum.
Cak Jahlun kaget dengan permintaan Paijo. Cak Jahlun berbisik kepadanya: “Apa tidak kebanyakan?”
“Santai aja, Cak. Dia orang kaya, harus dikasih pelajaran” jawab Paijo mantap.
Ibu itu menyetujuinya. Dompetnya dibuka, lalu dihitungnya uang sebanyak 3 juta. Kemudian uang itu diserahkan kepada Cak Jahlun. Merasa akan menerima uang, Cak Jahlun langsung menengadahkan tangan hendak menerima. Namun tiba-tiba, tangannya terasa sakit karena dipukul oleh ustadz Halim. ”Heh, bangun !!! Sudah shubuh! Ayo sholat !!!” [F@R]
Share:

Profil SMA Abdul Wahid Hasyim Tebuireng

Profil Sekolah

SMA Abdul Wahid Hasyim Tebuireng

SMA Abdul Wahid Hasyim didirikan pada tahun 1975, Sekolah ini telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di seluruh tanah air dengan berbagai profesi mulai birokrat, legislatif, pengusaha, serta ulama. [1] Berbagai prestasi telah diraih sekolah ini, baik tingkat local maupun regional.[1] Berbagai usaha telah dilakukan untuk terus meningkatkan prestasi siswa baik akademik maupun non akademik, di antaranya pelatihan metode Quantun untuk para guru, bimbingan intensif untuk siswa serta pembentukan TOS (Tim Olimpiade Sekolah) untuk berbagai lomba.[1]

Daftar isi


Program Pendidikan

SMA A. Wahid Hasyim memiliki 2 (dua) jurusan, yakni:
  1. IPA
  2. IPS
Dengan paduan kurikulum pesantren dan kurikulum Depdiknas, siswa akan mendapat dua ijazah sekaligus, yaitu dari pesantren dan Depdiknas.[1]

Fasilitas

  1. Laboratorium Biologi,
  2. Laboratorium Kimia,
  3. Laboratorium Fisika,
  4. Laboratorium Bahasa,
  5. Laboratorium Komputer,
  6. Ruang Perpustakaan,
  7. Kantin,
  8. Koperasi Siswa,
  9. Ruang BP/BK,
  10. Kamar Kecil,
  11. Musholla,
  12. Ruang UKS,
  13. Ruang OSIS,
  14. Ruang Redaksi Fokus,
  15. Ruang MPK]],
  16. Apotik hidup.[1]      \

Kegiatan Ekstrakurikuler

  1. Marchingband,
  2. Seni Musik (Qosidah, al-Banjari, Band),
  3. Pencak Silat,
  4. Olah Raga,
  5. Pecinta Alam,
  6. Pramuka,
  7. Seni baca al-Qur’an,
  8. Teater,
  9. Bahasa Arab dan Bahasa Ingris,
  10. KIR (Karya Ilmiah Remaja),
  11. Paskibraka.[1]
Share:

Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng 2017 – 2018

Beasiswa Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng 2017 – 2018

.
PENDAFTARAN BEASISWA MA’HAD ALY HASYIM ASY’ARI PESANTREN TEBUIRENG 2017-2018
.
A. PENGEMBANGAN INSTITUSIONAL
IMG_4969
Ma’had Aly merupakan perguruan tinggi keagamaan islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama islam (Tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Ma’had Aly juga merupakan pendidikan lanjutan dari pendidikan diniyah formal yang setara dengan tingkat sarjana S1. Tujuan dibentuk pendidikan Ma’had Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning. Oleh Karena itu untuk membangun keunggulan dengan integritas akademik yang tinggi, maka setiap Ma’had Aly hanya diberikan izin penyelenggaraan untuk satu Program Studi yang mana akan dikembangkan menjadi pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan ke-pesantrenan secara sekaligus. Dalam hal ini, Kementerian Agama hanya memberikan kewenangan kepada 13 Ma’had Aly untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. Salah satu dari 13 Ma’had Aly yang mendapatkan kewenangan tersebut adalah Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng.
Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari didirikan dan diresmikan oleh pengasuh Pesantren Tebuireng, (Almaghfurlah) KH. Muhammad Yusuf Hasyim dan Dr. Hc. KH. Ir. Salahuddin Wahid pada tanggal 6 September 2006 yang bertepatan dengan tanggal 12 Sya’ban 1427 H. 
Sejak awal pendirian hingga tahun 2015, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari menyelenggarakan satu Program Studi Fiqh wa Ushul al-Fiqh yaitu menitikberatkan pada kajian fiqh dan ushul fiqh. Bertepatan pada tanggal 30 Mei 2016 , Ma’had Aly Hasyim Asy’ari telah menerima SK Izin Pendirian dan No. Statistik dari Menteri Agama yang diserahkan bersamaan dengan acara wisuda ke -3 mahasantri. Atas dasar SK tersebut, sejak tahun akademik 2016 – 2017 Ma’had Aly Hasyim Asy’ari tidak lagi menyelenggarakan Program Studi Fiqh wa Ushul al-Fiqh, akan tetapi Ma’had Aly Hasyim Asy’ari diberikan kewenangan hanya untuk menyelenggarakan satu program takhasus Hadits dan Ilmu Hadits strata 1(S1). Kehadiran SK tersebut sekaligus memastikan legalitas Ma’had Aly dalam sistem pendidikan nasional yang setara dengan lembaga pendidikan tinggi agama dan umum baik dalam pengakuan, status, lulusan maupun perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan dan pengembangannya.
VISI DAN MISI
1. VISI :
Unggul dalam mengusai tradisi ulama salafus-saleh baik di bidang ilmiah maupun amaliah serta lahirnya generasi penerus Islam yang khairu ummah, tafaqquh fi ad-diin
2. MISI :
a. Menyelenggarakan studi agama secara mendalam  menyeluruh melalui sistem perpaduan pendidikan pondok pesantren dan perguruan tinggi.
b. Mempersiapkan kaderisasi ahli hadits yang dapat mewarisi dan mengembangkan tradisi ilmiah dan amaliah sesuai tuntutan zaman.
.
B. PROGRAM STUDI
Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng semenjak berdiri hingga sekarang ini menyelenggarakan satu (1) program studi Al -Hadits Wa Ulumuhu (Hadits dan Ilmu Hadits). Program studi ini bertujuan;
1. Membentuk sarjana Islam yang berkompeten dalam  ilmu Agama Islam, ahli dalam menggali serta mengembangkan nilai-nilai khasanah keislaman, terampil menerjemahkan dan berkomunikasi dalam bahasa Arab dan Inggris.
2. Mengkondisikan mahasiswa dalam suasana belajar yang dapat melahirkan ulama’ yang mampu memecahkan masalah-masalah keagamaan secara tepat sesuai dengan perkembangan zaman.
3. Menanamkan sikap dan kemampuan mahasiswa agar memiliki sifat saleh (Akhlaq al-Karimah) dan kepakaran (Ulum an-Nafi’ah)
.
C. KURIKULUM
Kurikulum Ma’had Aly disusun sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu mengkaji bidang studi Agama Islam dengan program kekhususan ilmu yang terbagi dalam 3 muatan kurikulum, yaitu:
1. Unsur yang membangun kemampuan dasar keilmuan Islam yang tercermin dalam Mata Kuliah Dasar (MKD)
2. Unsur yang berfungsi untuk membangun kemampuan metodologis dan ketajaman analisis problematika keislaman, pengembangan keilmuan islam, yang tercermin dalam Mata Kuliah Utama (MKU)
3. Unsur yang berfungsi untuk memperkaya, melengkapai, memperlancar dan memantapkan potensi yang tercermin dalam Mata Kuliah Pendukung (MKP).
.
D. DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN
Untuk mendukung tercapainya kualitas lulusan, mahasiswa dibina secara terpadu oleh musyrif di asrama yang siap membantu mengembangkan bakat, minat serta kreatifitas mahasiswa. Adapun proses belajar mengajar seluruhnya disampaikan dengan mengunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dengan klasifikasi program belajar sebagai berikut :
1. Dirasah Yaumiyyah disampaikan dengan metode :
a. Ceramah dan dialog interaktif
b Pengajian model bandongan dan sorogan
c. Studi kepustakaan literatur klasik keagamaan
d. Tadris wa at-ta’lim
e. Muhadatsah / Muhawaroh
f. Penugasan penulisan ilmiah
2. Kegiatan extra
a. Mudzakaroh / kajian mendalam terhadap kitab-kitab tertentu untuk penguasaan bidang studi dengan bimbingan dosen bidang studi
b. Masa’il Fiqhiyyah, Maudlu’iyyah dan Waqi’iyyah
c. Bahtsul Masail
d. Resimen Mahasiswa (MENWA)
e. Penerbitan
.
E. DOSEN PENGAMPU
Dosen Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari PP. Tebuireng  adalah lulusan S-2, S-3, dan Guru Besar. Sebagian adalah lulusan dari perguruan tinggi luar negeri, seperti: Jami’ah Al-Azhar Kairo Mesir, Umm al-Qurro University Makkah Al-Mukarromah, Jami’ah Islamiyyah Madinah, Jami’ah Imam bin Saud al-Islamiyyah, serta Capetown South Africa. Sebagian lagi dari dalam negeri, seperti, IAIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, LIPIA Jakarta dan lain-lain.
No Nama Kualifikasi Pendidikan Universitas
1 Prof. Dr. HM. Djamaluddin Miri, Lc. MA. S – 3 UIN Syahid Jakarta
2 KH. Nur Hannan, Lc. M.HI. S – 2 UNHASY Tebuireng
3 KH. A. Syakir Ridwan, Lc. M.HI. S – 2 UNHASY Tebuireng
4 Drs. KH. M. Mutoharun Afif, Lc. M.HI. S – 2 UNHASY Tebuireng
5 KH. Lutfi Sahal, Lc. S – 1 Univ. Islam Madinah
6 Dr. KH. M. Farid Zaini, Lc. M.HI. S – 3 UIN SAS
7 Dr. H. Ahmad Syakur, Lc. M.Ei. S – 3 UIN SAS
8 H. Najib Junaidi, Lc. S – 1 LIPIA Jakarta
9 Zainu Ridlo, S.Pd. M.PdI. S – 2 UNHASY Tebuireng
10 H. Abdus Salam Masykur, Lc. MA. S – 2 Univ. Negeri Jogjakarta
11 Dr. Ahmad Sholihuddin, M.Pd. MA. S – 3 UIN Malang
12 H. M. Makmuri Abd Shomad, M.HI. S – 2 UNHASY Tebuireng
13 Drs. H. Muhsin Ks., M.Ag. S – 2 UIN SUKA
14 Agus Mustofa, M.PdI. S – 2 UNHASY Tebuireng
15 H. Ahmad Kholisudin, Lc. M.HI. S – 2 UIN SAS
16 Dr. H. Masyhur, Lc. M.PdI. S – 3 UIN SAS
17 Dr. H. Agus Afandi, M.Pd. S – 3 UIN SAS
18 H. Ahmad Roziqi, Lc. M.HI. S – 2 Univ. Darul Ulum
19 Dr. KH. A. Musta’in Syafi’i S – 3 UIN SAS
20 Dr. H. Jamaluddin A. Kholik, Lc. MA. S – 3 Univ. Al-Azhar Cairo
21 KH. Habib Ahmad Kyai Khos  Pesantren Tebuireng
22 Drs. KH. Taufiq Rohman Kyai Khos  Pesantren Tebuireng
FSYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
1.Syarat Umum dan Akademik
ü Laki-laki dan perempuan, belum menikah
ü Semua lulusan MA / SLTA Negeri atau swasta yang berijazah negara.
ü Memiliki kemampuan dasar Bahasa Arab secara aktif, mampu membaca kitab kuning, dan dapat membaca al-Qur’an dengan lancar.
2.Syarat Administrasi
a. Membayar biaya pendaftaran Rp. 200.000,- (untuk formulir dan ujian seleksi masuk)
b. melampirkan surat rekomendasi dari Pengasuh Pesantren asal
c. Menyerahkan 2 (dua) lembar fotokopi Ijasah  Madrasah Aliyah / SMA/SMK atau yang sederajat dan transkip nilai yang telah dilegalisir masing-masing sebanyak 2 lembar
d. Mengisi surat pernyataan tidak akan menikah sebelum menyelesaikan studi.
e. Mengisi surat pernyataan bersedia mengabdi selama 1 (satu) tahun di lembaga yang ditentukan oleh Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dan Pesantren Tebuireng.
f. Menyerahkan Foto copy identitas diri (KTP/KTS) 2 lembar
g. Mengisi formulir pendaftaran di kantor Ma’had ‘Aly.
h. Menyerahkan Pas Foto ukuran 3 x 4 dan 4 x 6 masing-masing sebanya 4 (empat) lembar hitam putih / berwarna
i. Penyerahan berkas pendaftaran dimasukkan kedalam Stop Map:
ü Warna Hijau                : Madrasah Aliyah
ü Warna Kuning             : SMU / Sekolah Kejuruan
j. Pendaftaran juga bisa dilakukan secara online dengan cara sebagai berikut :
  • Download Form berikut ini : formulir-2017dan surat-pernyataan-kesediaan-mengikuti-kuliah-2017
  • Print dan isi form tersebut dengan tulisan tangan, lalu scan dan kirimkan ke email ma’had aly : mahadaly@yahoo.co.id
  • simpan dan lampirkan form tersebut bersama berkas persyaratan yang lain, lalu bawa dan serahkan ke kantor ma’had aly sehari sebelum seleksi dilaksanakan.
  • bagi pendaftar yang tidak menyerahkan semua berkas persyaratan pada hari yang ditentukan, maka dianggap mengundurkan diri.
.
G. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
Untuk Tahun Akademik 2017-2018 Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari membuka pendaftaran mahasiswa baru dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Waktu Pendaftaran

Gel


Pendaftaran

Seleksi

Pengumuman

Her Registrasi
I
11 Februari – 20 April 2017
22 – 23 April 2017
Pukul 14.00 sd selesai
26 April 2017
26 – 27 April 2017
II
29 April – 18 Mei 2017
20 – 21 Mei 2017
Pukul 14.00 sd selesai
24 Mei 2017
24 – 25 Mei 2017

Seleksi dilaksanakan di kampus Ma’had Aly Hasyim Asy’ari
Catatan:
  • Hari Jum’at tutup.
  • Jadwal diatas dapat berubah sesuai keputusan terbaru
2.Tempat Pendaftaran:
a. Kantor MA’HAD ‘ALY HASYIM ASY’ARI TEBUIRENG Jl. Irian Jaya no. 10 PP. Tebuireng Jombang E-mail: info.mahadaly@yahoo.co.id
b. Panitia Penerimaan, No Telp:
H. Nur Hannan, Lc. M.HI.  telp 0821 4120 4922 / 0857 3087 5537
M. Hamsa Fauris, SA. S.Pd.I.  telp. 0857 5500 0615 / 0812 5229 8506
M. Anang Firdaus, SA. S.PdI.  telp. 0856 4555 7060
Bambang Tetuko P. H, SA. S.Sy telp. 0857 8532 9919
c.  Informasi Asrama Mahasiswa
H. Lutfi Sahal, Lc. phone 0856 3011 567
3. pendaftaran online

H. PELAKSANAAN  TES
1. Materi tes
              1. Tes Tulis
a.  Pengetahuan Agama Islam (PAI)
b.  Bahasa Arab (BA). dengan muatan:
1).  Muhadatsah
2). Qiro’ah
3). Nahwu dan shorf
2.  Tes Lisan
a.  Membaca Kitab Fath al-Qorib (bab Toharoh, sholat, zakat, siyam dan haji)
b.  Baca al-Qur’an
2. Tempat Tes
Tes akan dilaksanakan di Kampus Baru Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari Lt. 1
3. Kegiatan perkuliahan bagi yang dinyatakan lulus lulus akan dimulai pada hari Ahad tanggal 16 Juli 2017
.
I. BEASISWA BAGI YANG BERPRESTASI
1. Diberikan beasiswa untuk 35 mahasantri putra dan 25 mahasantri putri. Bagi 60 mahasantri tersebut dibebaskan dari  biaya kuliah, uang gedung dan  asrama.
2. Selama masa studi mahasiswa harus tinggal di asrama Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.
.
J. IJASAH S-1 (STRATA 1)
Bagi lulusan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari akan diberikan ijasah dari Kemenag RI dengan menyandang gelar S.Ag (Sarjana Agama)
.
K. SARANA DAN FASILITAS
Untuk menunjang keberhasilan program studi di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Pondok Pesantren Tebuireng menyediakan :
1. Asrama mahasiswa
2. Gedung yang representatif
3. Buku-buku koleksi perpustakaan
4. Wi Fi di lingkungan kampus
Share:

Kuliah Umum Prof. Dr. Muhammad D. Al Amri , Ilmuwan Muslim Jadi Ispirasi Santri Trensains Tebuireng

Kuliah Umum Prof. Dr. Muhammad D. Al Amri , Ilmuwan Muslim Jadi Ispirasi Santri Trensains Tebuireng

Prof. Amri sedang memberikan kuliah umum
Prof. Amri sedang memberikan kuliah umum
Ratusan santri bersama asatidz, mudhir bidang pendidikan, dan perwakilan pengawas Pesantren Tebuireng kemarin (31/08/2016) mengikuti kuliah umum yang diberikan oleh Prof. Dr. Muhammad D. Al Amri dari King Abdul Aziz City for Tecnology and Science  Saudi Arabia.
Dalam acara tersebut turut hadir pula KH. Agus Purwanto, D.Sc, pendiri Trensains beserta rombongan, salah satu anggota rombongan yaitu Dr. Bintoro AS. yang sekaligus murid Kyai Agus bertindak sebagai moderator kuliah umum.
Kuliah umum dengan tema “ Quantum Cryptography in Islamic Countries” tersebut serentak menjadi perhatian asatidz dan santri Pesantren Tebuireng 2 (Trensains), pasalnya dalam acara tersebut sang ilmuwan mengungkapkan bahwa konsep Cryptogarphy sebetulnya pertama kali digagas oleh ilmuwan muslim bukan ilmuwan barat. Beliau adalah Abu Yusuf Ya'kub Al-Kindi yang dikenal sebagai filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam, Nasabnya sampai pada Qahthan berdarah Arab asli. Semasa hidupnya, selain bisa berbahasa Arab, ia mahir berbahasa Yunani. Dia juga salah seorang ilmuwan besar muslim dalam bidang kedokteran dan pemilik salah satu pemikiran terbesar yang dikenal sepanjang peradaban manusia.
Prof. Amri sedang memberikan kuliah umum
Prof. Amri sedang memberikan kuliah umum
Sang ilmuwan juga mengungkap tentang kehebatan para ilmuwan muslim pada zaman dahulu serta kontribusinya terhadap perkembangan sains dan teknologi pada zaman sekarang, kontribusi tersebut antara lain dalam bidang kimia, biologi, astronomi, kedokteran, dan lain sebagainya. Hal ini sangat menginspirasi para santri SMA Trensains Tebuireng, sebab apa yang disampaikan sang ilmuwan tersebut senada dengan semangat pendirian Trensains. Menurut pengakuan Dina Rosalina (santri kelas XII-Sains 4) dan beberapa temannya saat diwawancarai oleh Trens Online bahwa acara tersebut begitu menginspirasi mereka, bahkan mereka berkeinginan untuk dapat mengikuti jejak para ilmuwan muslim masa lalu untuk dapat mengembangkan sains, dan tentunya dibagun dengan al Qur’an sebagai basis epistemologinya.

Walaupun acara tersebut disampaikan dalam bahasa arab dan inggris, tidak membuat para santri malas. Mereka  banyak mengajukan pertanyaan seputar perkembangan sains, selain itu sebagian santri juga  dapat merespon dengan cepat pertanyaan yang diajukan oleh sang ilmuwan. Karena respon yang sangat cepat tersebut, membuat sang ilmuwan memberikan hadiah kepada beberapa santri sebagai ungkapan rasa bangga beliau kepada santri Trensains Tebuireng. Program kuliah umum merupakan program unggulan SMA Trensains Tebuireng yang dirancang empat kali dalam satu tahun dengan menghadirkan para ilmuwan, akademisi, dan guru besar baik dari dalam maupun luar negeri dengan tujuan untuk memberikan wawasan, motivasi, dan inspirasi bagi santri Trensains.(Abd/).

Share:

PROFIL SMA TRENSAINS TEBUIRENG (PESANTREN SAINS)


PROFIL SMA TRENSAINS TEBUIRENG

PROFIL 
SMA TRENSAINS TEBUIRENG  (PESANTREN SAINS)
Oleh: Ust. Abdul Ghofur
A.     Profil
SMA Trensains (Pesantren Sains) Tebuireng merupakan  salah satu unit pendidikan  di Pesantren Tebuireng yang didirikan  pada tahun 2014 oleh Dr. (HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid  (Pengasuh Pesantren Tebuireng)  hasil kerja sama  dengan KH. Agus Purwanto, D.Sc   penggagas konsep Pesantren Sains (Trensains)  yang sekaligus ilmuwan di bidang fisika teoritik dari ITS Surabaya.
Pesantren sains (Trensains) adalah sebuah konsep pesantren yang disintesakan dengan Sekolah Menengah Umum yang bertujuan untuk mengkaji sains kealaman secara mendalam, baik melalui pembelajaran,  penelitihan ilmiah maupun percobaan-percobaan ilmiah yang mengacu pada ayat-ayat kauniyah.
Trensains (Pesantren Sains) adalah konsep sekolah yang tidak menggabungkan materi Pesantren dengan ilmu umum sebagaimana pesantren modern. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman Al Qur'an,  Al Hadist , dan Sains kealaman (natural science) serta interaksinya. Poin terakhir, interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas Trensains yang tidak ada pada pesantren modern.
SMA Trensains Tebuireng merupakan lembaga pendidikan yang mengimplementasikan  pemikiran (gagasan)  KH. Agus Purwanto, D.Sc   dalam wacana perkembangan islamisasi ilmu kontemporer dengan menempatkan ayat-ayat al Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan (epistemologi ilmu).  Sedangkan  pemgembangan kurikulum SMA Trensains diarahkan untuk memfasilitasi gagasan tersebut pada tataran  implementasi, serta diarahkan untuk mewujudkan amanat undang-undang sebagimana yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003.
Tenaga pendidik SMA Trensains Tebuireng terdiri dari lulusan strata satu (S-1)  dan magister  (S-2) yang mayoritas berasal dari PTN (Perguruan Tinggi Negeri), semua tenaga pendidik tersebut mendapatkan bimbingan langsung dari  penggagas Trensains yaitu KH. Agus Purwanto, D.Sc Alumni Universitas Hirosima Jepang yang sekaligus ilmuwan bidang  Fisika Teoritik dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sedangkan pada bidang pengembangan pembelajaran,  seluruh tenaga pendidik SMA Trensains Tebuireng  mendapatkan bimbingan langsung dari Konsultan Ahli bidang kurikulum  yaitu  Prof. Dr. H. Suyono, M.Pd.  dekan Fakultas MIPA Universitas Negeri Surabaya.

B.     Tujuan
Secara umum bahwa tujuan pelaksananaan pendidikan di SMA Trensains Tebuireng yaitu  meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri, serta para santri diharapkan dapat mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, namun secara lebih rinci SMA Trensains memiliki tujuan khusus sebagai berikut:
  1. Meningkatkan wawasan para santri  melalui pengkajian yang mendalam, penelitian ilmiah, dan percobaan-percobaan  ilmiah.
  2. Meningkatkan ketrampilan para santri dalam bidang bahasa, pemanfaatan ilmu fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sebagainya, dalam rangka memahami dan membuka rahasia-rahasia alam semesta.
  3. Meneguhkan sikap akan kemaharajaan Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya melalui pendekatan fisika, kimia, biologi dan ilmu pengetahuan lainnya, sehingga para santri  paham dengan benar bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu tanpa sia-sia, seluruh makluk bermanfaat bagi yang lain dan merupakan sinergitas yang sangat harmonis dan padu.

C.      Kurikulum
Kurikulum SMA Trensains Tebuireng  yang selanjutnya disebut “kurikulum semesta” merupakan unifikasi dari kurikulum nasional, kurikulum muatan kearifan  pesantren sains (MKPS), dan kurikulum internasional (Cambridge Curriculum). Kurikulum Semesta merupakan kurikulum yang dikembangkan oleh tim pengembang kurikulum SMA Trensains Tebuireng bersama penggagas Trensains dan Tim pengembang kurikulum dari FMIPA UNESA.  Secara umum bahwa kurikulum semesta merupakan hasil adapt-adop dari ketiga kurikulum tersebut,  dimana kurikulum semesta menitikberatkan pada pemahaman al Qur’an pada setiap aktivitas pembelajarannya.
Kompisisi mata pelajaran pada kurikulum semesta yang diterapkan di SMA Trensains terdiri dari dari tiga kelompok yaitu kelompok mata pelajaran utama, kelompok mata pelajaran tool of trensains, dan kelompok mata pelajaran additional  sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut ini:


Gambar 1  Komposisis mata pelajaran pada kurikulum
semesta SMA Trensains Tebuireng
Mata pelajaran utama merupakan mata pelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum nasional yang berlaku (sesuai peraturan perundang-undangan) yang diadaptasi dan diadopsikan dengan gagasan besar  konsep Trensains, sedangkan kelompok mata pelajaran tool of trensains  yang kemudian disebut mata pelajaran muatan pesantren sains (MPKPS) antara lain:
a.       Al Qur’an dan Sains (ALS)  yang memuat tauhid asas sains, sains dan problem ketuhanan, agama dan sains, serta perbandingan sains islam dan sains barat.
b.      Filsafat  sains
c.       Astrofisika
d.      ilmu falaq
e.       Ulumul Qur’an dan hadist
f.        Tafsir ayat-ayat kauniyah
g.      bahasa arab
h.      ushulul Fiqh
 Kelompok mata pelajaran additional merupakan kelompok mata pelajran CIE (Cambridge International Examination) yang akan distandarisasi melalui standar internasional dengan tujuan untuk menyelenggarakan pendidikan nasional berwawasan global. Adapun mata pelajaran pada kelompok ini yaitu:
a.       Mathematics
b.      Physics
c.       Biology
d.      Chemistry
e.       English
Komposisi mata pelajaran Kurikulum  Semesta sebagaimana diatas,  dirancang sedemikian rupa sehingga santri diharapkan mampu menguasai tool ilmu dasar seperti Bahasa Arab, Ulumul Qur’an, Ulumul Hadist, Filsafat dasar, dan kedepan dihapakan mampu menjembatani fungsi Trensains yaitu 1) menyiapkan tenaga peneliti ilmiah profesinal dengan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan, 2)  menyiapkan tenaga peneliti ilmiah professional sebagai wahana untuk mengungkap rahasia yang ada dalam ayat-ayat kauniyah, mengembangkan bidang penelitian ilmiah.

D.     Profil Lulusan
Profil lulusan Trensains tebuireng antara lain:
1.       Fasih membaca Al Qur’an  dengan hafalan beberapa ayat-ayat pilihan (kauniyah),
2.       Lancar berbicara dalam bahasa inggris dan memiliki skor TOEFL,
3.       Lancar berbicara dan membaca Teks Arab,
4.       Menguasai sains dan memahami interaksi antara agam dan sains.
Selain itu SMA Trensains Tebuireng memproyeksikan para alumnusnya sebagai ilmuwan sains kealaman, teknolog, dan dokter yang mempunyai basis al Qur’an yang kokoh.
Share:

Mengedarkan Kotak Amal Saat Khutbah Berlangsung

Mengedarkan Kotak Amal Saat Khutbah Berlangsung

Ilustasi peredaran kotak amal
Ilustasi peredaran kotak amal
Oleh: Ustadz Zaenal Karomi*
Assalamu’alaikum Wr Wb
Begini admin, suatu ketika perjalanan pulang dan saya sempatkan shalat Jum’at di masjid pinggir jalan. Ketika khutbah Jum’at masih disampaikan terlihat kotak infak dijalankan kepada para jamaah. Saya pernah dengar menjalankan kotak tersebut saat khutbah berlangsung hukumnya tidak boleh, apa benar admin? Terimakasih.
Fath al Muhammad (Jombang)
Wa’alaikumsalam Wr. Wb
Terima kasih kepada penanya. Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua. Amiin. Adapun ulasan jawaban pertanyaan tersebut sebagai berikut;
Khutbah Jum’at merupakan salah satu syarat sah penyelenggaraan shalat Jum’at seperti halnya terdapat 40 orang ahli Jum’at. Dalam Khutbah Jum’at sendiri juga terdapat rukun-rukun khutbah, misalnya membaca hamdalah, membaca shalawat Nabi Muhammad SAW. dan lain-lain. Lalu, bagaimana ketika khutbah sedang berlangsung para jama’ah menjalankan kotak infak?
Bagi para jama’ah ketika khutbah sedang berlangsung dianjurkan menghadap ke arah kiblat, memperhatikan dan mendengarkan khutbah dengan sungguh-sungguh. Keterangan ini dipaparkan dalam kitab Shahih Muslim juz 1 halaman 377 sebagai berikut;
وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا وَقَالَ الآخَرَانِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ أَبِى صَالِحٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا
“Barangsiapa berwudu, lalu memperbagus (menyempurnakan) wudunya, kemudian mendatangi shalat Jum’at dan dilanjutkan mendengarkan dan memperhatikan khutbah, maka dia akan diberikan ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan pada hari itu sampai dengan hari Jum’at berikutnya dan ditambah tiga hari sesudahnya. Barangsiapa bermain-main krikil, maka sia-sialah Jum’atnya (kesalahan yang dicela).” (HR. Muslim)

Dalam syarhnya Imam Nawawi menjelaskan bahwa pencegahan memegang (bermain-main) krikil  dan lainnya merupakan salah satu perbuatan yang sembrono/sia-sia dalam keadaan khutbah. Selain itu juga terdapat isyarat untuk menghadapkan hati dan anggota badan saat sedang khutbah Jum’at. (Hadis ini tergolong hadis hasan shahih)
Dalam pandangan Syaikh Sulaiman bin Umar bin Manshur al Ujaili al Azhari al Jamal di kitab khasyiyat al Jamal ala minhaj juz 2 halaman 36 bahwa melakukan segala sesuatu yang dapat memalingkan dari dzikir dan mendengar khutbah hukumnya makruh. Dengan demikian, dalam persoalan menjalankan kotak amal dapat dikategorikan sebagai illat tersebut. Sebagaimana redaksi di bawah ini:
قَوْلُهُ : وَيُكْرَهُ الْمَشْيُ بَيْنَ الصُّفُوفِ لِلسُّؤَالِ وَدَوْرَانِ الْإِبْرِيقِ وَالْقِرَبِ لِسَقْيِ الْمَاءِ وَتَفْرِقَةِ الْأَوْرَاقِ وَالتَّصَدُّقِ عَلَيْهِمْ ؛ لِأَنَّهُ يُلْهِي النَّاسَ عَنْ الذِّكْرِ وَاسْتِمَاعِ الْخُطْبَةِ ا هـ
“Dimakruhkan menjalankan di antara shaf-shaf untuk meminta dan memutarkan teko, mendekatkan teko untuk menyuguhkan air dan membagikan kertas-kertas serta shadaqah kepadanya, karena itu semua menyebabkan manusia lalai dari dzikir dan mendengarkan khutbah.
Karena makruh, maka seyogyanya untuk dicarikan alternatif lain. Kalau masih bisa dicarikan alternatif dengan efektifitas dan kondusifitas yang lebih baik, kenapa tidak? Langkah alternatifnya bisa dengan meletakkan kotak amal di setiap pintu masuk masjid, sehingga orang yang ingin bersedakah bisa langsung memasukkannya baik sebelum khutbah dimulai maupun setelahnya. Semoga bermanfaat. Wallahu ‘Alam bis showab.

*Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng dan penggerak Bahtsul Masail di Tebuireng
Share:

Pada Sebuah Asa

Matahari dan Awan Cerah
Matahari dan Awan Cerah
Cerpen oleh : Nurul Insani
Hakikat bertemu adalah untuk berpisah. Berpisah tak selamanya menjadi simbol akhir sebuah hubungan. Berpisah tak selamanya lara. Kadang kala berpisah menjadi satu kepastian yang dapat mengubah sifat seseorang agar lebih dewasa dalam menyikapi keadaan. Seperti perpisahan yang dialami oleh seorang anak dengan orang tuanya. Gadis kecil nan lugu ini gemar bercerita pada buku harian. Tiap sendu dan peluh, Ia wujudkan dengan tulisan. Keseluruhan tulisannya penuh dengan perasaan. Namanya Ziyadatul Ilmi, yang biasa dipanggil Ziya. Sudah tiga hari Ia tinggal di pesantren yang jauh dari kota kelahirannya.
Di bawah terik matahari yang menjulurkan cahaya hangatnya masuk ke dalam pesantren, wajah Ziya yang berhias jilbab kuning kepodang terlihat gelisah. Ia tidak sedang menggerutu, tidak juga membisu. Bertahun-tahun Ia hidup bersama Ayah dan Ibunya tanpa kekurangan apapun. Tak ayal jika beberapa hari ini Ia menangis sendu.
Setelah lulus Sekolah Dasar, orang tua Ziya memutuskan untuk mengirim putri sulungnya ini ke pesantren salaf di kota Gresik, sebab sudah saatnya Ziya belajar memaknai hidup secara mandiri. Selain itu, orang tua Ziya juga ingin agar kelak Ziya terbekali oleh ilmu-ilmu agama. Dengan demikian Ia tak akan terjerumus dalam kemaksiatan yang kian merajalela. Ziya tak bisa mengelak keputusan orang tuanya. Ia sadar bahwa ini demi kebaikannya sendiri. Bersandang ridho, maka berangkatlah Ziya ke pesantren ditemani orang tuanya.
“Nak, cepat keluarkan bajumu dari dalam tas. Ini lemarimu,” pinta Ibu Ziya. Ziya bergegas melaksanakan perintah Ibunya sembari memandang sebuah kotak berbentuk persegi yang ukurannya hanya dapat memuat buku dan empat potong baju. Inilah lemari kecil seadanya untuk para santri baru seperti Ziya. Beberapa menit kemudian sang Ibu keluar menghampiri suaminya yang sedari tadi menunggu di ruang tunggu khusus pengunjung lelaki. Sementara Ziya merapikan barang-barang keperluannya di kamar.
“Bu, apa Ziya sudah selesai beres-beresnya? Kalau sudah, ayo pulang, Bu! Kasihan anak-anak yang menunggu kita di rumah,” pinta Ayah Ziya dengan nada merajuk.
 “Iyah, Pak. Sebentar lagi kusuruh Ziya keluar untuk segera menemui kita,” Sahut ibu Ziya.
Dari kejauhan terlihat Ziya berjalan lambat menghampiri orang tuanya. Hati kecil Ziya tak ingin berpisah, namun Ia juga tak ingin mengecewakan orang tua yang selama dua belas tahun ini merawat dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang. Ziya pun berusaha membiaskan perasaan sedih di raut wajahnya agar tak terlihat merah merona. Ziya mencium lembut tangan orang tuanya sebagai petanda mereka akan segera meninggalkan Ziya.  Sebelum itu Ibu Ziya mengeluarkan selembar uang dari dompet lalu memberikannya pada Ziya. Ziya tertegun dan terdiam. Ia ingin menangis saja. Hebatnya Ziya, Ia tak sampai hati meneteskan air mata di depan orang tuanya. Demikian agar mereka tak merasa iba dan haru pada Ziya. Sesungguhnya, setiap tetes air mata yang Ziya tahan bukan karena nominal uang yang diperoleh dari Ibunya. Hanya saja Ziya tak ingin perpisahan yang sudah pasti meninggalkan rindu pada orang tuanya ini ditukar dengan uang.
***
Langit semakin gelap. Perlahan bintang yang bersanding dengan rembulan tak kuasa memancarkan cahaya. Awan hitam menggumpal. Cuaca mendung. Hujan pun turun mengguyur lapangan pesantren. Meski begitu, derasnya hujan tak dapat menandingi riuh suara santri bersenandung imrithi. Warna-warni jilbab berbaris rapi memenuhi mushala pesantren malam itu. Tak disangka, di sudut mushala paling depan, Ziya nampak khusyu’ dengan imrithi yang dipegangnya. Sebelum mengawali hafalan, bibirnya selalu berkecamuk lirih membaca Al-Fatihah yang dikhususkan pada Nabi SAW, Syaikh Syarifuddin Yahya Al-Imrithi yang merupakan pengarang nadzmul imrithi, guru, dan juga orang tuanya. Meski Ziya tak pernah unggul di kelas, hanya satu yang Ia harapkan, Ilman nafi’ah.
Semenjak rasa rindu pada orang tuanya mengalir deras, Ziya mulai berpikir tegas dan bertekad keras untuk membahagiakan orang tuanya. Sekalipun setelah beberapa bulan tinggal di pesantren, Ziya merasa belum ada perkembangan signifikan dalam dirinya. Terbukti bahwa selama ini belum ada satu pun pelajaran pesantren yang dapat Ia pahami. Terlebih dalam ilmu nahwu yang merupakan salah satu ilmu tata bahasa arab sebagai dasar membaca kitab kuning bagi santri pemula. Di pesantren para santri dituntut menghafal dan memahami 254 nadzam imrithi yang di dalamnya terkandung materi dasar membaca kitab kuning.
Sejak dulu, Ziya jago dalam menghafal. Ingatannya sangat kuat. Di tengah padatnya kegiatan pesantren, hanya dengan waktu enam bulan Ia dapat mengkhatamkan hafalan dari seluruh nadzam tersebut dengan lancar. Sayang, kelebihan itu terlampau kurang di hadapan asatidz jika Ziya tetap saja tak mampu memahami nadzam yang telah dihafalkannya. Hingga pernah sekali, seorang teman sengaja mencelanya.
“Kalaupun hafal seluruh nadzam sampai ke akar-akarnya tanpa paham apa maksud yang terkandung, seperti halnya menanam tumbuhan dan memberi pupuk, tapi jika tak pernah menyiramnya sama saja bohong. Jika begini terus, kukira kau tak akan dapat memetik bunga ataupun buahnya, Ziya,” sindir Nisak, teman sekelas sekaligus teman karib Ziya yang berhasil meraih peringkat tertinggi saat itu.
Bagai belati penghujam ulu hati, ucapan itu nyaris merentas seluruh harapan dan menyisakan kenistaan. Ziya sudah tak kepalang tanggung sakit hatinya pada Nisak yang sudah dianggap seperti saudara sendiri. Bukan motivasi yang Ia dapat dari temannya. Ziya berusaha lapang dada menerima segala apa yang ada dalam dirinya sebab Ia tak ingin menaruh dendam dan benci terhadap teman karibnya itu. Ziya hanya melempar senyum pada Nisak. Demi kenyamanan pesantren, Ia tak ingin beradu mulut membantah ucapan yang kiranya tak patut disampaikan.
***
Hari demi hari semangat Ziya semakin membara seiring dengan terpilihnya Ia menjadi kandidat peserta seleksi membaca kitab se Kabupaten Gresik. Ziya tak menyangka bahwa pihak asatidz mempercayakan amanah padanya yang tidak semua santri dapat mengemban.
“Ziya, kemari!” Ustadz Rosyad selaku wali kelas Ziya memanggilnya di ruang guru.
“Ada apa njenengan memanggil saya, Ustadz?” Tanya Ziya setelah mengetuk pintu dan memasuki ruang guru.
“Ada yang ingin kubicarakan denganmu, duduklah!”
“Iya, Ustadz,”
“Begini, akhir-akhir ini kuperhatikan kemampuanmu memahami nahwu semakin meningkat. Kalau kau tidak keberatan, apa kau mau membimbing teman-temanmu yang nilainya masih dibawa standard?”
“Iya, insya Allah saya akan berusaha membimbing mereka semampu saya, Ustadz,”
“Satu hal yang harus kau tahu. Kurang lebih dua bulan lagi akan ada seleksi membaca kitab se Kabupaten Gresik. Peserta yang lolos akan dikirim untuk musabaqoh tingkat provinsi nanti. Berdasarkan hasil rapat dengan kepala madrasah, kau dan Nisak ditunjuk untuk menjadi peserta mewakili pesantren ini,” Ustadz Rosyad menambahi.
Keresahan yang dulu pernah Ia khawatirkan merupakan kesempatan Ziya untuk mencari pengalaman setelah sekian lama Ia berusaha, belajar, dan bersabar. Tanpa berpikir panjang, Ziya bersedia menerima keputusan ustadz. Ia tak ingin menolak dengan alasan apapun meski Ia harus bersaing dengan Nisak yang lebih unggul dan pandai di kelas. Sebab baginya, menolak sama saja mengecewakan. Mengecewakan guru juga termasuk mengecewakan orang tuanya. Lantas Ziya berencana untuk tidak memberitahukan hal ini pada orang tuanya. Ia takut jikalau nanti keberuntungan tak berpihak padanya dan sudah pasti tak akan membuat bahagia orang tuanya.
***
Di waktu yang berbeda, Ziya memancarkan wajah berseri di balik kerudung putih sembari menyongsong hari penuh percaya diri dan mengutarakan segenap isi hati pada Ilahi. Ia duduk di hadapan para juri setelah master of ceremony menyebut nama indahnya dengan tegas dan hati-hati. Dengan mudah, Ziya dapat menjawab seluruh pertanyaan juri. Sama halnya Nisak. Nilai mereka sebanding, lebih tinggi dari peserta yang lain. Sehingga keduanya terpilih menjadi peserta yang akan dikirim untuk musabaqoh tingkat provinsi mewakili Kabupaten Gresik.
Jantung berdetak lebih kencang mengiringi harapan yang menyeruak dalam pikiran. Ziya berharap usahanya membuahkan hasil. Sebab ini merupakan salah satu cara membahagiakan orang tuanya. Meski tak sebanding dengan apa yang telah Ia dapat dari orang tuanya, setidaknya ada segelintir bahagia memukau di ujung harapan.
Satu minggu lagi Ziya dan Nisak diberangkatkan oleh pihak Departemen Agama Kabupaten Gresik menuju kota Probolinggo, di mana musabaqah tingkat provinsi diselenggarakan. Berdasarkan informasi dari panitia, seluruh peserta akan difasilitasi tempat tinggal di asrama Pesantren Nurul Qodim. Begitu pula dengan ustadz atau ustadzah pendamping.
Satu minggu ini juga Ziya mempersiapkan diri dengan mengajak Nisak berdiskusi tentang seluruh materi yang akan dilombakan. Ia juga menghubungi orang tuanya agar tak berkunjung ke pesantren untuk menjenguk Ziya sementara ini. Sesuai rencana, tetap saja Ziya tak menceritakan alasan logis pada orang tuanya agar menjadi kejutan istimewa untuk mereka. Namun satu hal yang tak pernah lupa Ia sampaikan pada orang tuanya melalui telpon.
“Bu, Ziya baik-baik saja. Doakan Ziya ya, bu. Doa terbaik Ziya harapkan dari ibu dan ayah,”
***
Musabaqah dimulai. Ziya menjawab dan menjelaskan beberapa pertanyaan juri secara detail dan sistematis. Semua juri menyimak penjelasan Ziya dengan seksama. Tak ada satu pun jawaban Ziya yang diragukan oleh juri. Tentunya hal ini menjadi nilai plus yang dapat dipertimbangkan untuk memasuki final.
Lima belas menit setelah menjelaskan, Ziya menemui Ustadz Rosyad yang sedari tadi berdiri menyaksikan penampilan Ziya di sudut ruangan.
“Ustadz, maaf jika penampilan saya dalam menjelaskan pertanyaan juri tadi kurang sempurna,”
“Tidak apa-apa. Sudah bagus, kok. Semoga hasilnya nanti memuaskan. Kita tunggu saja nanti malam saat pengumuman peserta masuk final dibacakan,” tutur Ustadz Rosyad.
“Iya, Ustadz,”
Malam yang diidamkan oleh seluruh peserta datang seperti cerahnya surya yang tak tertutup oleh tabir mendung. Dengan rasa penasaran, Ziya memperhatikan gulungan kertas yang sedikit demi sedikit dibuka oleh panitia dan mendengarkan pengumuman yang dibacakan oleh mereka.
Tiba-tiba tangan Ziya bergetar, terlebih saat panitia menyebut namanya yang tertera dalam daftar peserta masuk final. Dari enam peserta yang lolos final, Ziya berada di urutan ketiga. Ia sangat bahagia. Ia tersenyum tipis namun tetap saja ada senja di pelupuk mata. Tanpa sengaja, air mata bahagia mengalir mengikuti garis lengkung pipinya. Dari belakang, Nisak menepuk pundak Ziya dan mengucapkan selamat.
“Selamat dan semoga berhasil, Ziya. Maafkan aku yang selalu angkuh dan sering meremehkan kemampuanmu. Aku sadar, roda kehidupan pasti berputar. Tak selamanya unggul adalah juara. Begitu pun tak selamanya biasa-biasa saja adalah tak bias,”
“Iya, Nisak. Terima kasih banyak. Tak apa, wajar semua manusia pernah mengalami kekhilafan,”
Tiba-tiba mereka berdua dikagetkan oleh kedatangan Ustadz Rosyad.
“Ziya, bersiap-siaplah! Besok pagi final berlangsung,”
“Iya, Ustadz Rosyad,” sembari menganggukkan kepala.
Terlepas dari persiapan final, seperti biasa Ziya menuliskan hari-harinya. Ia merangkai huruf demi huruf hingga menjadi kata dan untaian kalimat indah. Tidak cukup itu, Ziya juga membayangkan jika nanti Allah menakdirkannya menjadi juara musabaqah ini, hal pertama yang akan Ia lakukan saat bersua dengan orang tuanya adalah memanjakan mereka, meluapkan rindu dalam dada, dan berterima kasih atas kasih sayang yang telah diberikan sehingga detik ini Ziya dapat mempersembahkan piala sang juara untuk orang tuanya. Semua yang dibayangkannya, Ia tulis dalam catatan harian. Kegiatan ini terus berlangsung setiap hari sesaat menjelang tidur malam.
Tiada hari yang dirasa menjemukan bila ikhlas bersanding dengan ketulusan. Pada pagi yang tak biasa, Ziya beranjak menuju gedung musabaqah. Final segera dimulai. Peserta akan dipanggil satu per satu sesuai urutan abjad nama masing-masing. Yang pasti Ziya berada di urutan terakhir. Sekali lagi, Ziya menambatkan niat dalam hati bahwa semua ini untuk sedikit membahagiakan orang tuanya.
Betapapun Ziya sangat bahagia untuk kesekian kalinya. Usahanya membuahkan hasil. Piala sang juara telah digenggamnya setelah panitia menyebut satu nama dalam penutupan musabaqah yang tak lain adalah nama Ziya.
Malam semakin tenteram seiring bulan dan bintang bersinar terang. Memadu kasih di sekitar langit yang kelam. Dingin pun mulai mencengkeram. Ziya memutuskan segera berwudu dan memasuki kamar. Tak seperti malam-malam sebelumnya, tiba-tiba Ziya merasakan kantuk yang dahsyat setelah menulis semua peristiwa hari ini dalam catatan hariannya. Ia lalu menarik selimut seraya berdoa.
“Bismikallahumma ahyaa wa bismika amuut,”
Lima belas menit kemudian Nisak menyusul Ziya, memasuki kamar. Pandangan Nisak tertuju pada catatan harian milik Ziya yang sedang dalam keadaan terbuka. Dalam hati Nisak, ada rasa ingin membacanya.
Probolinggo, 29 Juni 2016
Ribuan mimpi kuukir dengan kata. Bagiku, meski tak begitu indah dibaca, yang terpenting usahaku penuh makna. Tiada waktu yang kurasa indah bila ku tak bisa membahagiakan mereka, Ayah dan Ibuku. Aku pernah terjerembab dalam diam. Hingga suatu ketika diamku berbuah lamunan. Lamunan yang mengantarkanku meraih asa yang terpendam dalam dada. Sejak saat itu, aku mulai membuka mata, mengumpulkan kembali semangat yang dulu mereda, dan mantap dalam hati bahwa aku bisa. Hari ini piala sang juara telah kubawa. Aku sudah tak sabar menunggu hari esok, di mana aku akan meninggalkan kota ini dan kembali ke pondok. Besok pagi aku harus menelpon Ibu agar lusa segera sambang ke pondok. Lalu kan kuceritakan semua peristiwa yang kurahasiakan dari Ayah dan Ibu. Dan kupersembahkan pula piala dan hadiah uang ini untuk mereka. Meski nominalnya tak seberapa dibanding dengan apa yang sudah mereka berikan padaku, setidaknya dengan uang ini aku bisa sedikit meringankan beban mereka. Dan dengan piala ini, kuharap akan ada bahagia yang terlintas di raut wajah mereka. Hari ini adalah hari yang melelahkan. Aku sudah tak kuasa menahan kantuk. Aku harus istirahat sebab dinginnya malam membuat tubuhku seperti tersayat.
***
Sebelum subuh, Nisak bergegas mengemasi pakaian dan barang bawaannya. Agaknya Ia keheranan melihat Ziya yang masih tidur dengan pulas. Padahal, biasanya Ziya bangun lebih dulu daripada Nisak. Anehnya lagi, Ziya tidur dengan posisi yang sama seperti pada saat Nisak membaca catatan hariannya malam itu.
“Ziya, ayo bangun! Setelah shalat Subuh, kita harus berkumpul di halaman. Secepatnya pagi ini kita kembali ke pondok,” seru Nisak sembari menggoyang-goyangkan kaki Ziya agar segera bangun.
Berkali-kali Nisak mencoba membangunkan Ziya, namun tetap tak ada respon dari Ziya. Nisak mulai panik. Ia khawatir sesuatu terjadi pada Ziya. Sesegera mungkin Nisak menemui Ustadz Rosyad dan menceritakan keadaan Ziya pagi ini. Tanpa basa-basi, Ustadz Rosyad meminta Nisak untuk mengantarkannya melihat keadaan Ziya.
Ustadz Rosyad mencoba memeriksa denyut nadi tangan Ziya. Tiada reaksi. Nisak terkejut dan menangis seketika. Ustadz Rosyad langsung menghubungi panitia, pihak asatidz yang lain dan terutama orang tua Ziya.
“Mengapa teman sebaik Ziya begitu cepat meninggalkanku yang baru saja menyadari akan ketulusannya?” ucap Nisak dengan nada lirih sambil terisak.
“Sebab Allah sangat menyayanginya, Nisak,” sahut Ustadz Rosyad yang tanpa sengaja mendengar ucapan Nisak.
***
Sehari setelah pemakaman Ziya, Nisak meminta izin pada pihak keamanan pesantren untuk berkunjung ke rumah orang tua Ziya. Nisak menjelaskan maksud dan tujuannya. Dan pada akhirnya pihak keamanan dapat memahami penjelasan Nisak. Ia pun diizinkan.
Sesampai di rumah orang tua Ziya, Nisak menceritakan semua peristiwa yang dirahasiakan Ziya pada orang tuanya. Mulai dari terpilihnya Ziya dalam lomba membaca kitab se Kabupaten Gresik hingga perjuangan Ziya untuk mendapatkan piala dan uang ini demi membahagiakan orang tuanya. Tak lupa, Nisak juga menyerahkan sebuah catatan harian pada orang tua Ziya. Catatan harian yang mengungkap seluruh mimpi dan asa Ziya yang sekian lama terukir dengan kata dan terpendam dalam dada.

Penulis adalah Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya
Share:

Postingan Populer

Blog Archive

Arsip Blog